Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts

Manfaat Temulawak

>> Friday, August 24, 2012

manfaat temulawak
Temulawak memilki banyak khasiat dan manfaat, merupakan tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (latin Zingiberaceae). Tumbuhan yang memiliki nama latinCurcuma Xanthorhiza L ini merupakan tanaman obat asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan nusantara. 
Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.


Temulawak di beberapa daerah memiliki nama yang berbeda, seperti di Jawa dikenal dengan temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebuttemu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang tanaman ini akan tumbuh subur di tanah yang gembur dan dapat tumbuh hingga tinggi 2 meter.

Aroma dan warna khas rimpangnya berbau tajam, daging buahnya berwarna kekuning-kuningan.Warna kulit rimpangnya berwarna cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna dagingnya kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 17 sentimeter.

Temulawak telah lama digunakan oleh nenek moyang sebagai tanaman obat bahkan sampai sekarang pun ia tetap dimanfatkan sebagai minuman jamu yang diminum untuk menjaga kebugaran tubuh.

Manfaat temulawak antara lain dapat mengatasi serta mencegah berbagai penyakit seperti:  produksi cairan empedu, batu empedu, tukak lambung, sakit maag, melancarkan pencernaan, Influenza,ramuan untuk ibu hamil 9 bulan hingga penyakit gangguan batu ginjal.

Selain itu, rimpang tanaman juga dipercaya sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti inflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, antimikroba, menurunkan kolesterol, stroke, melancarkan peredaran darah, mengatasi gumpalan darah, mengobati demam dan malaria kronis.

Disamping itu khasiat temulawak juga digunakan sebagai obat tradisional psoriasis eritrodermi, untuk mengobati penyakit hepatitis, liver, penyakit campak, mengatasi pegal linu, melancarkan ASI, sakit pinggang,reumatik, asam urat, juga mengobati keputihan. 

Temulawak juga dipercaya berkhasiat sebagai obat untuk mengatasi bisulperut kembungwasir (ambeien), biduran(kaligata), sembelit, batuk, asma, radang tenggorokan, mengobati eksim, serta mengingkatkan stamina.

Banyak sekali manfaat dari temulawak ini yang merupakan tanaman obat berkhasiat asli Indonesia. Kedepannya seiring  perkembangan ilmu pengetahuan diharapkan banyak penelitian-penelitian yang akan mengungkap zat aktif apa saja yang sebenarnya berkhasiat dari tanaman ini. Untuk itu peran pemerintah diharapkan lebih besar untuk mendorong para ahli Indonesia untuk menelitinya, jangan sampai kejadian peneliti asing berhasil mematenkan zat aktif temulawak terulang kembali sehingga akan lebih banyak lagi penelitian yang akan mengungkap manfaat temulawak.

Read more...

Obat Tradisional Flek Paru-Paru

>> Thursday, January 19, 2012

Pegagan
Ternyata pegagan berkhasiat sebagai obat tradisional flekparu-paru. Siapa sangka tanaman yang banyak ditemui di tanah kosong, kebun  dan persawahan ini  ini ternyata kaya manfaat dan banyak faedahnya. Pantas di daerah sunda, tanaman ini sering dijadikan lalapan teman makan sehari-hari. Mari simak kisah berikut ini.

Di usia 4 tahun Hilal Ahmar harus merasakan terapi obat medis jangka panjang. Namun Ekal, sang ayah, tak tega anak balitanya harus menjalani pengobatan intensif itu. Atas saran seorang kawan,  si kecil di beri  minum ekstrak pegagan/tapak kuda. Sebulan kemudian, paru-paru Hilal kecil akhirnya tuntas bersih dari flek paru-paru.

Siapa tak sedih melihat perkembangan si kecil yang tak normal? Si kecil yang semula lincah, lucu, dan aktif bermain, kini tak lagi ceria. Hilal yang semula ceria bahkan makin malas makan. Ia lebih banyak diam, menyendiri, dan enggan bermain dengan teman sebayanya. Akibatnya, badan yang semula sekel dan mungil, kian berkurang bobotnya.

Curiga ada yang tak beres,  ia membawa si kecil ke RS  Khusus Paru-paru, Pasar Rebo, JakartaTimur. Pemeriksaan medis di rumah sakit tersebut menyatakan, ada flek di paru-paru Hilal. Itulah yang membuat kondisi  fisiknya menurun. “Jika tak ditangani serius, ia bisa mengidap TBC kronis,” ungkap Ekal menirukan dokter. Saat itu juga Hilal diberi suntikan dan disarankan menjalani pengobatan intensif selama 6 bulan.
Mendengar saran dokter yang notabene kakaknya sendiri, Ekal langsung kalut. Disatu sisi ia ingin penyakit anaknya sembuh.  Di sisi lain ia khawatir ada efek samping  jika mengkonsumsi  obat medis dalam waktu lama. Apa lagi Hilal masih balita.

Menghadapi dilema iitu, ia menyampaikan uneg-uneg kepada seorang kawan, pemilik salah satu studio rekaman di bilangann lebak bulus. Kebetulan sang pengusaha punya pengalaman, pamanya yang sakit paru-paru sembuh berkat  pegagan.
Menurut kawannya itu, pegagan juga berkhasiat sebagai obat tradisional flek paru-paru. Ekal di sarankan mencobanya. “Ia yang mencarikan tanamannya di kawasan Pondok Cabe,” kenang Ekal. Sekarung pelastik berisi pegagan  yang di terima langsung ditumbuk dan diperas untuk diambil ekstraknya. Ekstrak inilah yang di minumkan ke si kecil.

Mungkin karena ingin sembuh, Hilal kecil pun tak menolak minuman yang diberikan.  Malah saking doyannya, segelas air perasan dapat dihabiskan dalam sekejap. Pasalnya, “Air perasan hampir tak ada rasanya. Tak beda dengan air putih,” jelas Ekal. Sajak itu konsumsi obat medis di hentikan. Sebaliknya, ekstrak pegagan rutin di minum 3 kali sehari satu gelas. Pagi hari sebelum sarapan, siang hari setelah makan, dan malam hari sebelum tidur.

Sebulan mengkonsumsi, mulai tampak perubahan. Hilal mulai ceria, lincah, dan aktif bermin. Nafsu makan bertambah, sehingga tubuh mulai padat berisi. Untuk memastikan perkembangan kesehatannya, ia pun di rontgen. Hasilnya, “Saya sendiri kurang percaya,. Ini benar nggak sih?” cerita Ekal penuh tanda tanya. Pasalnya, foto rontgen terbaru menunjukan, tak ada lagi flek di paru-paru Hilal. Sang kakak, dokter yang menangani  pun heran melihat perkembangan kesehata Hilal yang cepat.
Konsumsi  ekstrak pegagan masih terus dilanjutkan hingga 3 bulan berikutnya sampai penyakit Hilal benar-benar sembuh. Kini, pada usia 15 tahun, ia jarang mengeluh sakit.

Ekal membuat ramuan pegagan  dengan cara mengambil  tanaman segar termasuk akar, lalu dicuci bersih, ditumbuk atau diblender. Setelah halus, tambahkan sedikit air matang lalu diperas dan di saring. Air perasan kemudian didiamkan sekitar 5 menit sampai  ampasnya mengendap. Setelah itu baru air perasan diminum tanpa ampas. Ekal menggunakan pegagan dengan patokan sebagai berikut;

Sejumlah 200 gram tanaman ditambah 1 gelas air cukup untuk membuat ramuan sekali minum. Jika tak ingin repot, dapat dibuat ramuan dalam jumlah banyak. Air perasan dimasukan ke dalam botol, lalu disimpan dalam kulkas. Namun, stok ramuan sebaiknya 1-2 liter saja untuk  2-3 hari konsumsi. Sebab, “Jika disimpan lama, khawatir khasiatnya berkurang,”

Pengalaman dengan minum pegagan pada anaknya itu lalu ia tularkan kepada tetangga, teman, dan sanak keluarga. “Khusus yang mengidap penyakit paru-paru dan batuk kronis, saya sarankan minum ramuan pegagan ini,” di halaman rumahnya ia menanam pegagan sebagai contoh untuk diberikan kepada yang memerlukan.

Dari artikel di atas, penulis berkesimpulan untuk membuat ramuannya memakai resep sebagai berikut:


Bahan :
Pegagan ...................... 200 gram
Air matang ................... 1 gelas
Cara meramu:
Tanaman pegagan segar termasuk akar dicuci bersih, lalu ditumbuk atau diblender. Setelah halus, tambahkan 1 gelas air matang lalu diperas dan di saring. Air perasan kemudian didiamkan sekitar 5 menit sampai  ampasnya mengendap. Setelah itu baru air perasan diminum tanpa ampas.
Aturan minum:
Minum perasan pegagan, 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Minum pagi hari sebelum sarapan, siang hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur.
Ramuan bisa dibuat banyak sekaligus, namun stok  hanya 2-3 hari konsumsi dan disimpan di kulkas.

Demikian artkel pengobatan flek paru-paru dengan pegagan, yang bisa "rumah obat tradisional" bagi, moga memberi manfaat bagi yang memerlukan.

Sumber :TRUBUS 381/Agustus/2001/XXXII


Read more...

Pegagan, Si Liar Yang Multi Khasiat

>> Wednesday, January 18, 2012

Pegagan
Khasiat pegagan antara lain sebagai obat antiinfeksi, antitoksik, penurun panas, peluruh kemih, penenang dan tonik. Ia  digunakan sebagai obat tradisional demam, bronkhitis, flek paru, asma, batuk darah, meningkatkan daya ingat, pembengkakan liver, hipertensi, asam urat tinggi, infeksi saluran kemih, prostat, wasir, jerawat, campak, dan lepra.
Sebagai tanaman yang mudah dijumpai, pegagan telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia.

Pegagan juga disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Terna menahun bernama latin Centella aquatica itu berlubang lunak, ramping dengan tunas-tunas panjang berakar. Memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon merayap sepanjang 10-80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, dan banyak bercabang.


Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropik itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura), taidaah (Bali), wisu-wisu (Makasar), cipu balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan sarowati (Halmahera).
Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia sering dijual dengan nama daun antanan. Sebab, meski rasanya manis pahit, pegagan suka dijadikan lalapan.
Ditempat penulis "rumah obat tradisional" dilahirkan, pegagan juga dikenal sebagai daun antanan, yang banyak dikonsumsi sebagai lalapan.


Pegagan Kaya Senyawa Kimia
Beberapa literatur tentang obat tradisional mengungkapkan, pegagan mengandung banyak senyawa kimia bermanfaat obat. Diantaranya asam asiatat, asiatioksida, b-karotena, b-karofilena, b-elemena, b-farnesena, b-sitosterol, b-brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, oksi-asiatikoksid, tankunisida, meso-inositol, asam aksrobat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.

Dengan kandungan senyawa kimia yang dikandungnya, tanaman ini banyak dipakai sebagai bahan obat tradisional. Tidak saja di Indonesia, tapi juga di berbagai negara Asia Timur. Bahkan sejak jaman Sansakerta, tanaman pegagan ini sudah dipakai sebagai obat tradisional penyakit kulit, gangguan sistem saraf, maupun peredaran darah.

Di India, pegagan dipakai sebagai obat tradisional antidisentri. Di Malaysia, selain dijual sebagai tonik dan minuman segar, ia juga bahan infus untuk penyembuhan gangguan liver. Dia juga menjadi obat bronkhitis, asma, radang lambung, disentri, gangguan ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonedia juga dipakai sebagai peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.

Efek Antiinflamasi
Menurut R.Broto Sudibyo, herbalis dari klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogyakarta, tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri.

"Kemampuan mengatasi radang paru-paru juga tak lepas dari senyawa antibiotik yang dikandungnya," jelas Broto. Senyawa utama yang berperan sebagai antiinflamasi diantaranya asiatikosida, riboflavin dan niacin.
Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamannya.
Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk halus, kemudian ditambah 0,5 liter air matang, diperas, lalu disaring. "Perasan itulah yang diminum," lanjut Broto. Meski dapat dibuat simplisia daun kering, namun menurut Broto, paling baik menggunakan tanaman segar. Sebab jika dikeringkan akan banyak kehilangan khasiat.
Karena khasiatnya sebagai antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka.

Salep Medicazol yang dijual di apotik untuk mencegah terjadinya keloid sehabis operasi menurut Dra Sri Mulyani Apt.SU dan Drs Didik Gunawan, Apt.SU dalam buku Ramuan Tradisional Untuk Penderita Asma, juga mengandung ekstrak tanaman pegagan. Bahkan salep ini kini sangat akrab dikenal para dokter bedah diberbagai rumah sakit. Begitu juga simplisia yang dikenal dengan nama ji xue cao yang dijual di toko-toko obat tradisional cina, tak lain adalah pegagan/tapak kuda.

Sekarang, dengan kemajuan teknologi, pegagan dapat diperoleh dalam bentuk kapsul ekstrak. Dapatkan produk obat tradisional lainnya dengan klik di sini.


Sumber:
TRUBUS 381/Agust 2001/XXXII



Read more...

Khasiat Tanaman Obat Sembukan

>> Saturday, December 10, 2011


Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudah jelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yang tahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapat pada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 – 2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnya berbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakan kahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerah lainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shi teng (china),  dan di perdagangkan dengan nama chinese fevervine  herb.


Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat, panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulang menyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat, warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap atau disayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside, deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, dan arbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas ke meridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkan rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik (peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikan batuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun, serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Sedangkan menurut Ir.W.P.Winarto pada bukunya "Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal",Sembukan mempunyai efek farmakologi sebagai :analgesik (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan, antibiotik, anti radang, obat batuk, obat cacing, menghilangkan racun (detoksifikasi), dan peluruh dahak (mucolitik). 

Untuk pemakain sehari-hari , daun sembukan diindikasikan untuk menambah nafsu makan. Selain itu sembukan dipergunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi perut kembung, kurang gizi pada bayi akibat gangguan pencernaan, serta mengatasi nyeri akibat tersumbatnya energi vital dan aliran darah. Efek analgetiknya berkhasiat mengatasi nyeri pasca oprasi, nyeri akibat organ kandungan, nyeri syaraf, rematik, terbentur patah tulsang, keseleo, atau nyeri akibat kolik pada usus, empedu dan ginjal.

Pasien terapi penyinaran akibat kanker sebaiknya minum rebusan tanaman obat tradisional ini. Tujuannya, agar jumlah sel darah putih (leukosit) tidak menurun.

Herba ini dapat dipakai sebagai obat luar maupun dikonsumsi. Untuk obat luar, tanaman obat sembukan menyembhkan luka, borok, bisul, asbes, bekas gigitan serangga, dan ular berbisa. Caranya, cuci bersih batang dan daun segar lalu digiling halus kemudian diborehkan pada luka.

Untuk minum, ambil daun sembukan sebanyak 15 – 60 gram batang dan daun kering, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar separuhnya. Setelah dingin disaring dan langsung di minum sekaligus. Ampasnya boleh direbus sekali lagi untuk diminum sore hari. Air rebusannya juga dapat digunakan untuk mencuci luka atau eksim. Namun minum rebusan herba ini akan menimbulkan bau yang khas pada hawa napas dan urine si pemakai.

Kegunaan lain sembukan adalah sebagai berikut:
1. Obat tradisional untuk perut kembung, kejang (kolik) kandung empedu dan pencernaan
2. Obat tradisional untuk bronkhitis, batuk (whooping cough)
3. Obat tradisional untuk rematik, luka akibat benturan, keseleo
4. Obat tradisional untuk darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi
5. Obat tradisional untuk keracunaan organik

 Resep ramuan tradisional dengan menggunakan daun sembung adalah :
 Sembukan 15-60 gram batang dan daun kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum rebusan ramuan 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demikian informasi yang dapat di bagi oleh "rumah obat tradisional" tentang tanaman obat sembukan, semoga bermanfaat.
Jika Anda memerlukan obat tradisional, tanaman obat tepung atau simplisia bisa berkunjung di toko herbal keraton di sini.


 Terima kasih untuk:
-  dr. Setiawan Dalimartha, staf Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta pada TRUBUS 385/12/2001 
- Ir.W.P. Winarto, Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal jilid 2
- Gambar dari http://swastikaayu.multiply.com/photos/photo/50/27




Read more...

Daun Jamblang Sebagai Obat Tradisional Untuk Infeksi Darah

>> Monday, December 5, 2011

Kali ini "rumah obat tradisional" akan berbagi informasi tentang khasiat daun jamblang sebagai obat tradisional yang bisa mengusir penyakit  infeksi darah.
Akibat infeksi darah Titik Fajarwati menderita lumpuh tottal. Dua tahun ia habiskan di tempat tidur lantaran seluruh tubuhnya tak dapat digerakan. Ramuan daun jamblang dan air kelapa hijau menyelamatkan Titik.
Titik Fajarwati hanya bisa pasrah, seluruh tubuhnya lumpuyh setelah mendapat 12 kali serum dari RSU Wonosari Yogyakarta. Di atas tempat tidur ia tergolek lemah, Cuma dapat menatap kosong langit-langit kamar sebuah rumah di Ponjong, Yogyakarta. Tulang pipinya menonjol, matanya tampak cekung. Bobot tubuhnya melorot drastis menjadi 40 kg dari semula 63. Siapa mampu membendung deraian air mata melihat tubuh perempuan berusia 38 tahun yang kurus kering? Yang ada Cuma kulit tipis pembalut tulang. Suaminya suratman juga pasrah, “Kalau Tuhan memanggil istri saya, biarlah saya merelakan.” Pernyataan getir itu terlontar lantaran tanda-tanda kesembuhan belum juga tampak. Padahal ia sudah mengerahkan segala upaya untuk memulihkan kesehatan perempuan yang ia kasihi.


Kelumpuhan itu berawal dari rasa mudah capai dan kaki terasa panas. Dinihari Titik berbelanja aneka sayuran untuk dijual kembali pada siang harinya. Kelelahan tak begitu ia hiraukan lantaran hanya muncul kadang-kadang. Namun, ketika serangannya kian sering Titik memeriksakan diri ke dokter.
Setelah menjalani test darah, kadar gula, asam urat, dan kolesterol, Titik divonis menderita infeksi darah. Ketika itu harapan untuk sembuh terbit bila Titik mendapatkan 20 kali serum dengan interval 2 hari. Namun baru menjalani  12 kali serum, Titik mendadak lumpuh total. Beberapa bagian tubuhnya tampak lebam membiru.

Menurut dr. Hendrawan Nadesul penyakit infeksi darah adalah terinfeksinya darah oleh beberapa jenis kuman. Akibatnya darah tak mampu lagi mengikat oksigen sehingga beberapa bagian tubuh penderita membiru. Salah satu kuman yang menginfeksi darah adalah haemophyllus influenza.
“Karena darah didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, kuman itu akhirnya menyerang ke organ tubuh lain seperti otak. Maka timbulah radang otak atau ensefailitis,” papar Nadesul. Itulah penyebab kelumpuhan Titik.


Namun, kalau kuman streptococcus menginfeksi ginjal, ginjal yang bakal terserang sehingga menimbulkan radang  ginjal. Kuman meningococcus juga lazim menginfeksi darah dan menyerang sistem saraf. “Infeksi darah memang bersfektrum sangat luas,” tutur Nadesul. Artinya banayak penyakit susulan bakal timbul setelah terjadinya infeksi darah. Penyakit apa yang akan muncul dipengaruhi  jenis kuman yang menginfeksi darah. Inilah bahayanya infeksi darah

Sembuh Dari Infeksi Darah Dengan  Daun Jamblang
Suatu ketika suratman berjumpa dengan herbalis R. Brotosudibyo, Bsc. Diceritakanlah kisah sedih istrinya yang tengah menderita kelumpuhan akibat infeksi darah. Sang herbalis memberikan 2 resep berbeda yang harus diminum.

Resep 1 Obat Tradisional Untuk Infeksi Darah
Bahan :
Air kelapa hijau ................... 1 butir
Akar pandan wangi ............ 3 jari tangan
Daun jamblang/duwet ........ 1 genggam
Cara meramu:
Cuci daun jamblang dan akar pandan wangi, kemudian direbus dengan air kelapa hijau sampai mendidih.
Aturan pakai:
Minum ramuan  setiap hari sampai habis hari itu juga.

Bahan :
Kacang tolo .................................... 1 genggam
Kaki ayam kampung (ceker) ........... 2 potong
Cara meramu:
Cuci kacang tolo dan ceker ayam kampung hingga bersih kemudian direbus dengan 5 gelas air himngga tersisa sekitar 1 ½ gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan diatas 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas rutin setiap hari.

Ramuan herbal diatas merupakan menu harian wajib yang harus dikonsumsi oleh Titik. Setelah rutin mengkonsumsi 2 jenis ramuan itu akhirnya secercah harapan hadir kembali. Kedua tangannya  mulai dapat digerak-gerakan. Betapa bahagianya Titik.
Keinginan untuk sembuh begitu kuat mendorong Titik “belajar” memegang gelas. Namun, lantaran genggamannya belum begitu kuat gelas akhirnya terlepas dan jatuh berkeping-keping. Kejadian itu terus berulabng sehingga menghabiskan berlusin gelas. Kemajuan demi kemajuan memotivasi Titik untuk terus meminum ramuan tradisioanal itu.

Sebulan sejak rutin mengkonsumsi  ramuan itu kedua telapak kaki Titik sudah dapat digerak-gerakan. Bobot tubuhnya pun berangsur-angsur meningkat. Aktivitas Titik tak lagi di atas tempat tidur sebab ia mulai belajar “berjalan” kembali. Pelan-pelan ia menapak di atas permukaan tanah. Tiada upaya yang sia-sia, apalagi  Titik juga memiliki elen vital-daya hidup yang merupakan pendorong untuk sembuh.
Ia benar-benar bisa berjalan seperti sediakala beberapa pekan kemudian. Itulah anugrah tak terperikan dalam hidupnya, setelah 2 tahun menderita lumpuh. Kini Titik tampak bugar dan mengelola sebuah lembaga swadaya masyarakat sebagai bentuk pengabdiannya kepada lingkunagn sekitar.
Menurut dosen Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, Drs Didik Gunawan, Apt, daun jamblang dan akar pandan wangi banyak mengandung anti virus. Sedangkan air kelapa hijau kaya akan mineral yang berfungsi untuk keseimbangan fisioligi tubuh.

Dalam Encyclopedia of Medical Plants, Andrew Chevallier menjelaskan, daun jamblang yang dijuluki plum jawa mengandung phenol, tannin, alkoloid,triterpenoid,  dan minyak volatil. Chevallier juga menjelaskan jamblang bermanfaat sebagai penurun kadar gula darah, astringent, karminatif dan diuretik.
Kaki ayam ternyata, “Banyak mengandung kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat tulang ,” tutur pendiri Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur se-Indonesia, dr Setiawan Dalimartha.
Mengenal lebih dekat si buah banyak khasiat (Jamblang/Duwet)
Orang asing menyejajarkan rasa jamblang alias duwet dengan aprikot. Bahkan buah tanaman asal asia tenggara ini dijuluki sebagai plum jawa. Musim tanaman yang tingginya bisa mencapai 20 meter ini jatuh pada September hingga November.

Bunganya yang harum berbentuk malai dan berwarna putih agak kusam. Buah jamblang bila masak lezat dikonsumsi walau ada pula yang mengatakan agak sepat. Ia juga dapat diolah menjadi selai, minuman , dan cuka.

Bentuk dan warna buah duwet beragam sepeti duwet kerikil yang sosoknya kecil dan berwarna ungu kehitaman. Adapula duwet berwarna putih dan agak besar. Yang tak berbiji disebut duwet buten. Bijinya mengandung asam galat, minyak asiri, minyak lemak, glukosida jambolin, dan zat penyamak. Duwet  antara lain dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk diabetes melitus (kencing manis) lantaran mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

Faedah lainnya sebagai obat diare dan disentri. Pasalnya, jamblang bersifat astringent alias mengencangkan, K. Hyene dalam Tumbuhan Berguna Indonesia menjelaskan faedah jamblang tersebut tak akan berkuarng walau dijemur. Bahkan, bila mengkonsumsi  berlebih pun tak menimbulkan bahaya.Rebusan akarnya digunakan untuk mengatasi serangan epilepsi atau ayan. Sedangkan rebusan kulit batang yang kasar dimanfaatkan untuk untuk mengecat jala. Kayunya walau tak begitu keras, ternyata diemohi serangga seperti rayap.

Jamblang tumbuh baik di tanah subur di ketinggian 300 m dpl. Namun sebetulnya anggota famili Myrtaceae (jambu-jambuan) itu juga mampu tumbuh di tanah gersang.

Untuk Anda yang memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung  ke toko herbal keraton di sini.

Terima kasih kepada  TRUBUS 365/04/2000 
Informasi lebih tentang jamblang bisa dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Jamblang
Gambar diambil dari http://alamendah.wordpress.com



Read more...

Daun Sukun Sebagai Obat Tradisional Sakit Jantung

>> Saturday, December 3, 2011


Suatu hari di bulan oktober. Seorang wanita -sebut saja  linawati-  tergolek tak berdaya di salah satu kamar RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. “Hanya mukzijat yang bisa menyembukan saya,” katanya pasrah kepada kerabat yang datang menjenguknya. Baginya kelainan jantung dan malfungsi ginjal yang diderita saat itu akan mengantar ke gerbang maut.

Rasa nyeri di dada dan kadang di lengan memang sudah lama dirasakan. Jantung berdebar cepat disertai napas sehabis bekerja berat, ia tak peduli, lantaran “cukup minum air hangat sambil mengurangi aktivitas, rasa sakit biasanya segera hilang “ jelasnya.

Namun, dari hari ke hari, rasa sakit makin menjadi. Bobot badan terus turun, dari sekitar 55 kg menjadi 47 – 48 kg. Ia pun sering merasa gelisah, badan cepat lelah, lesu dan wajah pucat. Ujung-ujung jari sering terasa dingin dan tampak kebiruan. Puncaknya, ia tergolek lemas di ranjang rumah sakit setelah muntah-muntah dan sesak napas.


Dokter yang memeriksa akhirnya memvonis, klep jantung bermasalah. Posisi katup jantung tak rapat, jelasnya sesusai memeriksa secara intensif. Akibatnya, jantung tak mampu bekerja optimal . Aliran darah dari dan ke paru-paru serta bagian tubuh lain tak lancar dan menumpuk di beberapa tempat.
Penumpukan darah juga menyebabkan fungsi ginjal terganggu. Tak heran jika wanita berusia 70 tahun itu sakit pinggang. Buang air kecil pun lama-lama terasa menyiksa.


Pakar penyakit ginjal, dr. Pudji Raharjo mengungkapkan kepada TRUBUS , gangguan jantung dan darah tinggi salah satu penyebab terganggunya fungsi ginjal. Pasien gagal jantung, aliran darah di dalam jantung terganggu sehingga tidak dapat dibersihkan dengan baik. Dampaknya, ginjal yang berfungsi mengeluarkan racun dan zat-zat berlebih di dalam darah harus bekerja ekstra. Lama kelamaan kinerja ginjal menurun sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu tim dokter yang menangani Linawati mengharuskan ia dirawat inap. “Jika tak ditangani serius, Anda bisa cuci darah, “ papar Linawati menirukan ucapan dokter.

Dari gejala yang dirasakan penderita, dr.Setiawan Dalimartha, pakar obat tradisional menduga, sumber masalah pada pembuluh nadi koroner. “Pada usia diatas 40 tahun, orang berisiko mengalami penyempitan pembuluh nadi koroner akibat pola makan tidak teratur. “ Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan menumpuk di seluruh tubuh hingga terjadi pembengkakan. Pembengkakan pada pembuluh jantung akhirnya mendorong katup jantung hingga posisinya tidak rapat.


Vonis dokter itu benar-benar menghantui pikiran. Betapa tidak, penyakit jantung dan ginjal yang sering menjadi pembunuh kini dialaminya. Selain itu, “Gaji saya tidak cukup untuk membiayai pengobatan, “ paparnya. Oleh karena itu meski belum sembuh total, ia meminta dirawat jalan saja.

Lima hari opname, wanita kelahiran sukabumi itu diizinkan pulang. Namun dokter mewanti-wanti agar ia mengurangi aktivitas dan beristirahat total. Ia terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan.
Selama 2 minggu mengkonsumsi obat dokter, belum ada perubahan berarti.  Ny. Kusnadi yang datang menjenguk membawakan daun sukun dan menyarankan minum air rebusannya. “Minumnya 2 jam setelah menelan obat dokter, “ jelasnya.

Menurutnya  obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati klep jantung bocor adalah Daun Sukun.

Karena ingin sembuh, Linawati mencoba saran tersebut. Apalgi menurut rekannya, banyak yang merasakan khasiat daun sukun. Sejak itulah ia rajin memburu daun sukun. Bahkan halaman rumahnya hampir tak pernah sepi dari hamparan daun sukun yang dijemur.

Wanita yang masih lajang ini memilih daun sukun tua  yang masih menempel di pohon. Sebab, “Kadar zat kimia berkhasiatnya sudah maksimal, “ Lanjutnya.

Linawati menggunakan daun sukun untuk mengobati klep jantung bocornya dengan menggunakan resep berikut;
Bahan : Daun sukun ...... 1 lembar
Cara meramu:
Daun sukun tua dicuci bersih lalu dijemur utuh hingga kering, kemudian disobek-sobek menjadi potongan lebih kecil lalu  direbus dengan 5 gelas air. Ketika air tinggal separuhnya, tambah air lagi hingga mencapai volume 5 gelas. Setelah mendidih, ramuan diangkat dan disaring.
Aturan pakai :
Air rebusan berwarna merah seperti air teh itulah yang diminum setiap hari.  Air rebusan hari itu harus habis hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari

Sebulan setelah mengkonsumsi rebusan daun sukun, badan menjadi lebih segar dan urine makin lancar. Dadanya pun mulai terasa plong, tak ada lagi keluhan sakit. Oleh karena itu konsumsi ramuan itu dilanjutkan. Setelah mengkonsumsi  godokan daun sukun, ia sudah merasakan kesembuhan total. Hasil pemeriksaan menunjukan jantung  dan ginjalnya tak lagi bermasalah, malah, ia diijinkan beraktivitas seperti semuala.  Oleh karena itu ia kembali aktif bekerja sebagai pustakawati  di sekolahnya.

Khasiat Daun Sukun Sebagai Obat Tradisional Masih Misteri
Sukun merupakan tanaman terkenal di seluruh dunia. Bahkan sejarah penyebaran sukun ke wilayah asia pasifik sempat menjadi berita. Ia dianggap sebagai biang keladi pemberontakan berdarah di kapal Bounty milik Inggris dalam pelayaran membawa bibit sukun ke Indonesia pada 1978. Ia banyak dikembangkan untuk pangan alternatif. Namun manfaat daun sukun untuk pengobatan hingga kini belum banyak diungkap.

Klinik Obat Tradisional RS Bethesda Yogyakarta memang pernah berhasil menyembuhkan pasien hepatitis dengan rebusan daun sukun. Menurut R.Broto Sudibyo, kepala Bidang Pelayanan Pada Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T) Yogyakarta, tanaman sukun mengandung semacam zantorisil  yang bisa menetralisir SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase).

Pakar obat herbal tradisional, dr.Setiawan Dalimartha juga menuturkan secara empiris daun sukun (Artocarprus communis syn. A. alitis) banyak dipakai sebagai obat luar untuk mengobati bengkak limpa. Caranya, daun sukun  tua diremas-remas dengan air lalu dikompreskan di bagian perut. Hanya saja, untuk penyakit jantung dan ginjal, ia belum menemukan informasinya.

Menurutnya, daun sukun mengandung zat-zat berkhasiat obat. Namun ia tak paham efeknya terhadap penyakit jantung dan ginjal. “ Jika pasien merasa lega setelah mengkonsumsi rebusan daun sukun, bisa jadi daun sukun memiliki efek melebarkan pembuluh atau meluruhkan lemak yang menyumbat pembuluh, “ duganya. Daun sukun juga memiliki efek diuretik. Oleh karena itu orang yang mengkonsumsi rebusan daun sukun akan merasakan kencing lebih lancar.

Dalam buku Koleksi Tumbuhan  Obat Kebun Raya Bogor, anggota famili Moraceae yang berjuluk bredfruitini malah tak tercantum. Satu-satunya literatur yang mengungkap efek diuretik dan kardiotik sukun hanya buku Indian Medical Plants. Itu pun  hanya buahnya saja. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa seluruh bagian tanaman ini memang mengandung tannin, riboflavin, hydrocyanic acid dan acetylcholine. Apakah itu yang berperan sebagai obat? Perlu diteliti lebih lanjut.

Obat tradisional jantung bocor bisa dibaca di sini.
Demikian informasi yang dapat dibagi oleh "rumah obat tradisional" tentang manfaat daun sukun ini, semoga bermanfaat. Dan bagi Anda yang memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa lihat di sini.


Terima kasih untuk TRUBUS 385/12/2001
Gambar diambil dari: kosmo.­vivanews.­com

Read more...

About This Blog

  © Blogger templates Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP